Sunday, January 13, 2013

"Hidup Baru dalam Kristus", Sebuah Kisah Nyata

Dear my readers,kali ini bukan postnya tentang beauty,fashion or anything.
(All photos and images were taken from google)
Ini sebenarnya cuma untuk berbagi cerita mengenai kisah nyata kehidupan salah seorang teman yang tidak ingin disebutkan. Salah seorang teman yang memiliki iman dan kepercayaan yang sama denganku,yaitu Katolik,bahkan rasanya cerita ini menjadi "sentilan" untuk saya sendiri dalam kehidupan rohani.
Cerita pengalaman ini telah saya sadur ulang menggunakan bahasa saya sendiri dan diisesuaikan dengan kebutuhan,karena cerita ini akhirnya menjadi inspirasi untuk divisualisasikan dalam drama singkat di salah satu kegiatan komunitas saya. 
Cerita ini juga semata-mata untuk berbagi,tidak memiliki unsur tersembunyi atau maksud menyinggung dari segi iman kepercayaan atau apa saja. 
Apalah arti hidup tanpa berbagi dan tanpa memberi? 
Izinkan saya berbagi cerita ini dalam konteks positif,sebagai pemeluk agama Katolik yang juga belum beriman. Selamat membaca !

Hidup Baru dalam Kristus

 
Aku adalah seorang pemuda Katolik yang tumbuh dan besar dalam keluarga Katolik . Kehidupanku sangat sempurna. Bagiku aku sudah memiliki semuanya. Mama,papa dan adik yang sangat mencintaiku. Aku tidak menyebut keluargaku sangat harmonis,tetapi kami sangat saling mendukung dan aku selalu merasakan semangat dan cinta mereka. Kami sekeluarga menghadiri ekaristi setiap hari minggu dan berdoa bersama. Kedua orangtuaku sudah mengenalkanku dengan berbagai doa,devosi serta tradisi-tradisi dalam gereja Katolik. Aku tahu akan semua hal itu. Akupun percaya akan semua yang diajarkan padaku dengan berpikir bahwa tidak ada lagi pilihan untukku mempelajari iman kepercayaan yang lain. Aku dibaptis saat bayi,menerima komuni pertama,sakramen krisma yang dikatakan akan menguatkan iman. Akupun berusaha setiap tahun menerima sakramen tobat. Berdoa kepada Tuhan menjadi rutinitas bagiku.
Aku juga menempuh pendidikan di sekolah berbasis Katolik .Di sekolah aku dikenal sebagai seorang yang senang bergaul dan berorganisasi tetapi mampu mempertahankan nilai-nilaiku. Aku aktif dalam berbagai kegiatan sekolah ,mengenal banyak teman bahkan terpilih menjadi ketua di berbagai kegiatan sekolah dan klub kesenian. Aku menyadari bahwa aku dikenal banyak orang dan menjadi siswa yang populer. Rasa bangga terhadap bakat dan pencapaian yang aku miliki sangat besar. Perasaan dikenal oleh banyak orang membuatku merasa sangat senang dan aman,aku menyukai menjadi pusat perhatian.

Keaktifanku di sekolah tidak sejalan dengan keaktifanku di gereja. Masa kecilku tidak pernah menetap di suatu kota,aku harus berpindah-pindah mengikuti orangtua yang berpindah sesuai tugas mereka. Hal inilah yang membuat sehingga akupun tidak pernah diikutkan dengan kegiatan dalam paroki atau pelayanan di kelompok gereja oleh orangtuaku. Sehingga akhirnya ,kami menetap saat ini,akupun merasa terlalu dewasa untuk aktif dalam kegiatan gereja. Hingga akhirnya aku masuk dalam sebuah kelompok kategorial,akupun bertambah senang.Motivasi awalku untuk menambah teman tercapai. Selanjutnya motivasiku untuk memperlihatkan bakat-bakatkupun semakin terbuka lebar. Aku bertambah senang pada diriku ketika aku diberikan tugas-tugas penting dalam beberapa kegiatan kelompok serta pelayanan dalam perayaan ekaristi. “Wah,Tuhan memang mengerti kebutuhanku”,pikirku. Senang rasanya bergabung di kelompok ini,teman bertambah,aku semakin populer dan ya hitung-hitung aku sudah mulai aktif di gereja. Akupun berdoa semakin sering,permohonanku semakin banyak.

Waktu berjalan dengan cepat dan aku hidup semakin bahagia setiap harinya. Hingga suatu hari,kebahagiaanku mulai terusik. Keluargaku semakin sibuk sehingga aku tak mendapatkan lagi perhatian yang selalu aku inginkan dari mereka. Setiap minggu kami tetap pergi ke perayaan ekaristi bersama,tetapi tak ada lagi kehangatan itu. Mungkin kami terlalu sibuk  dengan kegiatan sendiri sehingga kamipun tidak tau apa yang harus kami diskusikan bersama. Kami duduk bersama,tetapi hati dan pikiran kami berada dalam dunia kesibukan di luar sana. Rasanya mereka adalah orang yang berbeda ,bukan orang-orang yang dulu kukenal.
Dengan berkurangnya perhatian yang aku dapatkan dan ketidakmampuan aku menjadi bintang di rumah mengakibatkan aku menjadi lebih aktif di sekolah. Tetapi hal ini tidak membawa hal yang baik bagiku,malah aku mulai sering berselisihpaham dengan teman sesama organisasiku. Mereka sering berpendapat bahwa diriku selalu mendominasi pertemuan dan tidak ingin bekerjasama dengan yang lain. Teman-temanku yang lainpun merasa bahwa aku bukan seorang yang menyenangkan lagi. Kuakui aku semakin menjadi pemarah dan ambisius. Sekolah tidak lagi menjadi tempat yang asyik bagiku sehingga aku akhirnya mendapatkan nilai-nilai yang buruk dalam pelajaranku.

Kekesalanku terhadap diriku yang berubah ini juga terbawa dalam keaktifanku di kelompok gereja. Aku merasa seperti kekuatan superku hilang. teman-temanku dalam kelompok di gereja menyadari hal ini dan merekapun memperlakukanku berbeda. Aku merasa sangat tidak diperhatikan lagi dan dengan banyaknya kejadian yang tidak sesuai keinginanku,semangatku untuk melakukan tugas-tugas di gerejapun memudar. Aku melayani namun setengah hati ,aku datang terlambat,tidak berlatih dengan baik bahkan aku sering tidak mau melakukan tugasku. Namun,satu hal yang aku heran. Mengapa aku tetap diberi kesempatan untuk bertugas? Bukankah kekuatan superku sudah hilang? Seketika aku bertanya dalam hatiku dan memutuskan untuk berdoa di malam itu. “Tuhan,siapakah aku sehingga aku masih diberi kesempatan ini?”
Tiba saatnya aku mengikuti ret-ret yang diadakan kelompok kami dan aku diberi petunjuk atas pertanyaanku “ Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. “ (2 Korintus 5:17) seketika aku berpikir. Apakah aku sudah menjadi ciptaan yang baru di dalam Kristus?  Aku mulai mencari jawaban dengan membaca buku yang disarankan oleh teman dalam kelompok gereja, berkonsultasi kepada pastor juga sering bertukar pendapat dengan teman-teman yang lain. Akupun menyadari bahwa ke-aku-anku yang menjadi jawabannya. Hidupku hanya untuk menyenangkanku. Padahal,siapakah aku ini sehingga aku berhak atas hidupku? Hidupku adalah pemberian Allah sehingga hidupku seharusnya untuk menyenangkanNya. Permohonanku kepada Tuhan dalam doaku adalah aku harus menang dalam lomba atau aku harus bagus dalam pelayananku. Sekarang ketika aku kehilangan diriku sendiri,aku merasa tidak ada lagi yang bisa kubanggakan.Aku ingin hidup yang baru di dalam Kristus yang memilikiku. Hidup baru dalam Kristus adalah ketika kita mengasihi Allah dengan segenap hati kita, membiarkan Tuhan mengambil alih pimpinan hidup kita yang berujung kepada hidup yang diberkati, hidup yang membawa damai sejahtera, baik dalam keluarga maupun bagi orang lain.
Hidup baru dalam Kristus adalah belajar untuk mempercayakan kehidupan kita sepenuhnya dalam gengaman Tuhan, dalam kasih sayang Tuhan, dan memiliki suatu hubungan yang mesra, yang intim, bersama Tuhan setiap hari. Belajar taat untuk mengikuti Tuhan, mengikuti kehendakNya, rindu untuk mendengar suara Tuhan pada setiap saat dalam hidup kita. Sikap baru yang mencari kehendak Allah dalam hidup kita, mendahulukan apa yang Tuhan inginkan dari pada keinginan kita sendiri, serta memandang orang lain sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang dikasihi Tuhan, seperti kita sendiri dikasihiNya. Mengasihi Tuhan juga berarti tidak ada tuhan lain dalam kehidupan kita sehari-hari, tidak ada idola-idola lain yang kita sembah, atau kita utamakan, termasuk keinginan untuk mengejar uang dan kekuasaan sebagai pegangan hidup kita yang menggantikan Tuhan

Kini aku menyadari betapa aku sungguh mengidolakan diriku sendiri. Aku disadarkan akan sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri, sikap yang hanya berpusat pada diri sendiri, kebutuhan diri sendiri. Dulu aku berdoa ketika aku selalu ingin menampilkan diriku dengan bakat-bakatku dengan memulai doaku dengan deretan permohanan dan keinginanku sebagai rutinitas. Namun sekarang aku datang padaNya dengan percaya bahwa bukan keinginanku yang terbaik,melainkan keinginan Kristus sendiri. Aku populer bukan karena diriku yang hebat,melainkan karena Bapaku di surga yang hebat memberikanku semua bakat ini dengan gratis.Maka kini setiap orang yang memujiku aku mengembalikannya kepadaNya dengan bersyukur dan berterima kasih kepada Bapa,sebab semua berasal dari Kristus sendiri. Hidupku tak lagi berpusat pada perhatian yang aku dapatkan dan tak lagi kuhakimi dengan pemikiranku sendiri. Aku lebih memahami kesibukan keluarga dan berusaha mencari waktu yang tepat untuk kami sekeluarga berkumpul bersama. Kami  semakin saling mencintai malah kesibukan kami membawa cerita yang baru untuk dibahas bersama dalam keluarga.

Akupun akhirnya masuk dalam universitas yang kuinginkan dan selalu berusaha mendapatkan nilai yang baik dalam setiap mata kuliahku. Aku tidak lagi mengejar kepopuleran dalam lingkungan kampusku.Di saat yang lain aku berusaha menjalin kembali hubunganku dengan beberapa temanku yang sudah lama retak dengan terlebih dahulu mengampuni kesalahan mereka dalam hatiku dan kuputuskan untuk menghubungi mereka duluan.
Begitupula dengan kegiatanku di kelompok gereja,motivasi awalku untuk bergabung dalam kelompok ini hilanglah sudah. Aku merasa Kristus sendirilah yang memilihku untuk bergabung dan sudah sepatutnya aku melayani dengan sepenuh hati. Aku merasa beruntung untuk menjawab panggilan itu yang akhirnya mempertemukanku dengan teman-teman yang dituntun oleh Bapa untuk membantuku menjawab pertanyaan-pertanyaanku slama ini. Semuanya terasa lebih menyenangkan bagiku berjalan bersama Kristus. Walaupun tidak mudah, kehidupanku menemui masalah-masalah baru namun aku selalu berserah dan mengambil pelajaran baru untuk kucatat dalam hatiku. Walaupun kadang aku lelah akan betapa banyak yang harus kulakukan tetapi kini aku yakin bahwa hidupku telah menjadi milikNya ,hidupku bukan aku lagi sebab hidupku telah baru di dalam Kristus. 

Terima kasih sudah membacanya. 
Semoga berkatNya selalu menyertai kehidupan kita

Salam kasih,
- Aku -

8 comments:

belliani bebe said...

wah, aku merinding membaca kisah temanmu. Semua masalah yang datang, dibalik semua itu pasti ada pelangi. Ternyata Tuhan menyadarkan temanmu untuk tidak mengidolakan dirinya.

Sheila Sengkey said...

Iya. pastinya Tuhan sudah ngatur yang paling indah ^^
makasih,bebe....

Fransiska Oktaviana Nadapdap said...

Boleh Ijin kopas utk sbg cerpen dan renungan ga??
terimakasih :) GBU

Sheila Sengkey said...

Boleh, Fransiska. Thank you sudah membacanya ya. God bless
you always:)

Rio lawalata said...

Rio lawalata said...

Felice said...

Ijin copas untuk buletin di komunitas saya ya. Thx you. Gbu

Fransiskus Xaverius said...

ijin kopas boleh gak, untuk materi mentoring bersama